Di Bawah Langit Nusantara: Esai-esai Etnoastronomi Pertanian dan Bahari

Benda-benda bercahaya di lingkup cakrawala dan bentang langit beserta fenomenanya tidak hanya menakjubkan bagi mata, tapi juga memandu hidup dan kebudayaan manusia. Piranti-piranti di alam raya ini lalu mendorong perkembangan sistem pengetahuan yang kelak kita sebut sebagai etnoastronomi.

Karya Gene Ammarell Di Bawah Langit Nusantara - Esai-esai Etnoastronomi Pertanian dan Bahari berada di bentangan pengetahuan ini. Kendati terkenal dengan Navigasi Bugis (1999/2016), tapi kali ini sejumlah esai yang ditulisnya pada 1988 hingga 2015 ini diantologikan dan merambah ke pengkajian yang lebih luas; tentang bagaimana manusia Nusantara seperti Bugis, Jawa, Banjar, Dayak Meratus dan Dayak Kayan di Kalimantan, juga masyarakat Sawu di Kepulauan Sunda Kecil, memformulasikan dan menggunakannya untuk kebudayaan pertanian dan kebaharian mereka.

---

Dikenal karena kontribusinya sebagai pionir dalam memahami navigasi tradisional Bugis, karya Gene Ammarell yang sebelumnya terbit dalam bahasa Inggris dan kini dalam bahasa Indonesia ini menyuguhkan sekumpulan studi etnografis lapangan yang kaya, memperluas kerja-kerja sebelumnya dan menunjukkan pada kita bagaimana pengetahuan pribumi tentang bintang-gemintang serta nilai moral dan sosial orang-orang terdahulu tetap relevan dengan kehidupan Indonesia kontemporer. 

Banyak, meski tidak semua, bab-bab buku ini tertambat pada daratan dan perairan orang Bugis di Sulawesi Selatan, tempat Ammrell melalukan penelitian lapangan antropologis selama beberapa dasawarsa. Kajian-kajian berlandaskan teori ini memberi gambaran irisan sekaligus keragaman budaya bagaimana kapten kapal nelayan Bugis, petani perdesaan Jawa, peladang berpindah Meratus Dayak, petani dan pedagang muslim Banjar Kalimantan, serta etnik lainnya di wilayah Indo-Melayu yang lebih luas mengamati bintang untuk menentukan kapan memulai aktivitas penghidupan. 

Akan tetapi, sebagaimana yang Ammarell perlihatkan dengan gamblang, praktik-praktik penanggalan langit ini, cerita-cerita tentang bagaimana kelompok-kelompok yang berbeda memanfaatkan bintang, dan pemahaman masyarakat tempatan tentang lokasi sosial dan bentang laut bukan semata praktik-praktik kuno dari masa lampau. Sebaliknya, hal-hal tersebut justru penting dalam memahami dinamika sosiokultural kontemporer yang sering kali membingungkan. Pembahasannya meliputi produksi budaya “dongeng langit”, bagaimana pemaknaan masyarakat di satu bentangan laut mengungkap degradasi perikanan Indonesia, dan dampak peran historis para migran Bugis sebagai agen asimilasi. Bila kita satukan, bab-bab buku ini menawarkan kesaksian yang kaya perihal pentingnya pengetahuan tempatan untuk memahami Indonesia mutakhir. 

Buku ini harus dibaca oleh peneliti dunia Indo-Melayu, penstudi sejarah tentang Sulawesi, dan siapa pun yang tertarik pada pelayaran dan perbintangan.

Kathleen M. Adams - Profesor Emeritus Antropologi, Universitas Loyola Chicago & Peneliti Ahli Utama, SOAS, University of London

Dalam Di Bawah Langit Nusantara, Gene Ammarell mengajak pembaca menjelajahi cara masyarakat Indonesia memahami lingkungan melalui pengetahuan tentang bintang, musim, pertanian, angin, arus, pelayaran, ruang, dan sumber daya laut. Melalui kajian etnoastronomi, pertanian, dan bahari, buku ini memperkaya antropologi Indonesia dengan menunjukkan bahwa pengetahuan lokal bukan sekadar kumpulan kepercayaan atau warisan masa lalu, melainkan pengetahuan praktis yang dibentuk melalui pengalaman, praktik, mobilitas, dan relasi sosial dengan lingkungan. Dengan demikian, buku ini juga memperluas perhatian antropologi Indonesia terhadap hubungan manusia dengan lingkungan alam, serta cara pengetahuan tersebut terus dinegosiasikan dan berubah. Di tengah perubahan iklim, krisis ekologis, perkembangan teknologi, dan transformasi sosial yang semakin cepat, kajian ini menjadi semakin penting untuk memahami bagaimana pengetahuan dan pengalaman masyarakat lokal dapat membantu kita membaca perubahan dan membayangkan masa depan yang lebih berkelanjutan.

Dedi Supriadi Adhuri - Peneliti Ahli Utama, Pusat Riset Masyarakat dan Budaya, BRIN


Keunggulan buku ini adalah kemampuannya menunjukkan bahwa pengetahuan lokal bukan hanya sekadar kumpulan keyakinan atau tradisi masa lampau. Di balik beragam praktik masyarakat terdapat proses observasi, pengenalan pola, pengujian berbasis pengalaman, dan penyesuaian terhadap kondisi lingkungan. Pengetahuan ini merupakan bentuk kecerdasan ekologis yang memungkinkan masyarakat untuk beradaptasi dengan lingkungan yang senantiasa berubah.

M Iqbal Djawad - Guru Besar Ilmu Kelautan & Perikanan Universitas Hasanuddin

Rp175,000,-
Beli

Katalog Buku

Di Bawah Langit Nusantara: Esai-esai Etnoastronomi Pertanian dan Bahari

Rp.175,000,-
  • Stock : 25
  • Berat : 350gr
  • Diskon : 0%
deskripsi

LONTARA SAKKE' ATTORIOLONG BONE

Rp.322,500,- Rp.322,500,-
  • Stock : 10
  • Berat : 900gr
  • Diskon : 0%
deskripsi

Esai-esai tentang Filologi Bugis

Rp.130,000,-
  • Stock : 25
  • Berat : 375gr
  • Diskon : 0%
deskripsi

Jalur Teripang: Jejak dan Pemaknaan Baru Seratus Tahun Kemudian

Rp.86,000,-
  • Stock : 1
  • Berat : 350gr
  • Diskon : 0%
deskripsi
Lihat Semua

Bacaan Baru

Data tidak ditemukan
Lihat Semua